<p data-end="598" data-start="0">Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, berbagai kegiatan bernuansa budaya mulai dilaksanakan di lingkungan pendidikan sebagai bentuk upaya menanamkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda. Salah satunya dilakukan oleh SD No. 3 Blahkiuh yang berada di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Sekolah ini menggelar kegiatan pawai ogoh-ogoh yang melibatkan seluruh siswa pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.</p> <p data-end="1013" data-start="600">Pawai ogoh-ogoh ini mengambil rute yang melintasi Jalan Utama Banjar Tengah hingga Banjar Benehkawan di wilayah Desa Blahkiuh. Sepanjang jalur pawai, para siswa dengan penuh semangat menampilkan berbagai ogoh-ogoh hasil karya mereka. Kehadiran para siswa yang mengenakan busana adat Bali serta iringan atraksi seni menambah semarak suasana kegiatan yang sarat dengan nilai budaya tersebut.</p> <p data-end="1609" data-start="1015">Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang parade, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran budaya bagi para siswa. Setiap kelompok siswa menampilkan ogoh-ogoh yang mereka buat secara mandiri melalui proses kreatif yang melibatkan kerja sama, diskusi, serta pembagian tugas. Tidak hanya menampilkan bentuk ogoh-ogoh, para siswa juga mempersembahkan tarian tradisional dan menjelaskan makna atau filosofi dari karya yang mereka tampilkan. Dengan demikian, para siswa tidak hanya belajar membuat karya seni, tetapi juga memahami nilai simbolis yang terkandung di dalam tradisi tersebut.</p> <p data-end="2050" data-start="1611">Kepala SD No. 3 Blahkiuh, Ni Wayan Ari Farnili, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya Bali sejak usia dini. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para siswa dapat belajar secara langsung mengenai proses pembuatan ogoh-ogoh, mulai dari tahap perencanaan, pengerjaan, hingga menampilkan hasil karya mereka di hadapan masyarakat.</p> <p data-end="2350" data-start="2052">Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan. Dalam proses pembuatannya, para siswa didorong untuk saling bekerja sama, berbagi ide, serta menghargai perbedaan gagasan yang muncul dalam kelompok mereka.</p> <p data-end="2765" data-start="2352">Antusiasme para siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar 136 orang, hampir seluruh peserta menunjukkan semangat dan kebanggaan saat menampilkan karya ogoh-ogoh yang telah mereka persiapkan bersama guru dan wali kelas. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.</p> <p data-end="3103" data-start="2767">Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Orang tua siswa, guru, pegawai sekolah, serta masyarakat sekitar turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Dukungan tersebut tidak hanya berupa tenaga dan pendampingan, tetapi juga partisipasi dalam penyediaan kebutuhan pembuatan ogoh-ogoh.</p> <p data-end="3431" data-start="3105">Ketua Komite Sekolah Komite SD No. 3 Blahkiuh, I Wayan Suastra, menilai kegiatan ini memiliki dampak positif bagi perkembangan siswa. Menurutnya, kegiatan pawai ogoh-ogoh mampu menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus melatih kreativitas anak-anak dalam mengekspresikan ide melalui karya seni.</p> <p data-end="3782" data-start="3433">Ia juga menyampaikan bahwa pengalaman seperti ini penting bagi para siswa karena di masa depan mereka akan menjadi bagian dari masyarakat di lingkungan banjar maupun desa. Melalui kegiatan budaya sejak dini, diharapkan mereka memiliki pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai tradisi serta mampu berperan aktif dalam menjaga kelestarian budaya Bali.</p> <p data-end="4216" data-start="3784">Lebih lanjut, pihak komite sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Bahkan, ke depan diharapkan kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi agenda bersama di tingkat desa. Dengan melibatkan sekolah-sekolah lain di wilayah Desa Blahkiuh, pawai ogoh-ogoh berpotensi menjadi ajang kebersamaan yang lebih luas sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda.</p> <p data-end="4731" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="4218">Melalui kegiatan ini, semangat pelestarian budaya Bali dapat terus diwariskan kepada anak-anak sejak dini. Tidak hanya sebagai tradisi tahunan menjelang Nyepi, pawai ogoh-ogoh juga menjadi sarana edukasi yang menanamkan nilai kreativitas, gotong royong, serta rasa bangga terhadap warisan budaya daerah. Dengan dukungan semua pihak, kegiatan seperti ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap budaya dan identitas lokal.</p>
Pawai Ogoh-Ogoh SD No 3 Blahkiuh, Ajang Edukasi Budaya dan Kreativitas Generasi Muda Menyambut Nyepi 1948
13 Mar 2026