<p>Pemerintah Kabupaten Badung terus menggencarkan <strong>Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS)</strong> yang dilaksanakan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang dimulai langsung dari sumbernya, sehingga mampu menekan volume sampah sebelum diangkut ke fasilitas pengolahan lanjutan.</p> <p>Program ini secara resmi dicanangkan oleh Bupati Badung, <strong>I Wayan Adi Arnawa</strong>, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten <strong>Kabupaten Badung</strong> dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui aksi percepatan ini, seluruh unsur pemerintah daerah dilibatkan secara aktif, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.</p> <p>Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga menetapkan pembagian wilayah pendampingan bagi masing-masing OPD di setiap kecamatan guna memastikan implementasi program berjalan secara optimal di lapangan. Di wilayah <strong>Kecamatan Mengwi</strong>, koordinasi kegiatan berada di bawah Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber di masyarakat.</p> <p>Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) <strong>Kabupaten Badung</strong> turut mendapatkan tugas untuk melaksanakan kegiatan pendataan pengelolaan sampah berbasis sumber di wilayah <strong>Desa Pererenan</strong>, yang berada di Kecamatan Mengwi. Pendataan ini dilakukan sebagai bagian dari proses pengumpulan data terkait sarana serta praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan oleh masyarakat di tingkat rumah tangga maupun unit usaha.</p> <p>Kegiatan pendataan tersebut telah terlaksana dengan melibatkan tim dari Disdikpora Badung yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengumpulan informasi secara langsung dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, tim melakukan pendataan berbagai sarana pengolahan sampah berbasis sumber yang dimiliki masyarakat, seperti teba modern, tong komposter, compost bag, serta sistem pengolahan sampah yang dikelola melalui pihak ketiga.</p> <p>Selain mendata sarana pengolahan sampah, tim juga melakukan pencatatan terkait volume sampah harian yang dikelola langsung dari sumbernya. Data yang dihimpun dari kegiatan ini kemudian diinput ke dalam sistem <strong>Asper PSBS</strong>, yang menjadi basis data pemerintah daerah dalam memantau perkembangan pengelolaan sampah berbasis sumber di seluruh wilayah Kabupaten Badung.</p> <p>Pendataan ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan data yang akurat dan komprehensif terkait kondisi pengelolaan sampah di masyarakat. Dengan adanya data yang valid, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan serta langkah-langkah strategis yang lebih tepat sasaran dalam upaya penanganan permasalahan sampah.</p> <p>Selain kegiatan pendataan, pelaksanaan aksi percepatan ini juga diiringi dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta mampu memanfaatkan sarana pengolahan sampah organik secara optimal.</p> <p>Keterlibatan Disdikpora Badung dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan sektor pendidikan terhadap program pengelolaan lingkungan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Melalui peran strategis sektor pendidikan, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda, baik melalui kegiatan pembelajaran di sekolah maupun melalui berbagai kegiatan edukatif lainnya.</p> <p>Dengan terlaksananya kegiatan pendataan pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Pererenan, diharapkan upaya pengurangan dan penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari di wilayah Kabupaten Badung.</p>
Disdikpora Badung Laksanakan Pendataan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa Pererenan
13 Mar 2026