<p data-end="498" data-start="97">Pemerintah Kabupaten Badung terus menggencarkan <strong data-end="206" data-start="145">Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS)</strong> yang dilaksanakan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang dimulai langsung dari sumbernya, sehingga mampu menekan volume sampah sebelum diangkut ke fasilitas pengolahan lanjutan.</p> <p data-end="949" data-start="500">Program ini secara resmi dicanangkan oleh Bupati Badung <strong data-end="597" data-start="556">I Wayan Adi Arnawa</strong> sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten <strong data-end="689" data-start="648">Badung</strong> dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui aksi percepatan ini, seluruh unsur pemerintah daerah dilibatkan secara aktif, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.</p> <p data-end="1462" data-start="951">Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga menetapkan pembagian wilayah pendampingan bagi masing-masing OPD di setiap kecamatan guna memastikan implementasi program berjalan secara optimal di lapangan. Di wilayah <strong data-end="1207" data-start="1166">Kecamatan Mengwi</strong>, koordinasi kegiatan berada di bawah Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber di masyarakat.</p> <p data-end="1966" data-start="1464">Sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung turut mendapat tugas melakukan kegiatan pendataan pengelolaan sampah berbasis sumber di wilayah <strong data-end="1724" data-start="1683">Desa Pererenan</strong> dan <strong data-end="1770" data-start="1729">Desa Sembung</strong>. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan data terkait sarana serta praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan oleh masyarakat di tingkat rumah tangga maupun unit usaha.</p> <p data-end="2407" data-start="1968">Kegiatan pendataan tersebut telah terlaksana dengan melibatkan tim dari Disdikpora Badung yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, tim melakukan pengumpulan data mengenai kepemilikan sarana tempat sampah terpilah, praktik pemilahan sampah di rumah tangga, ketersediaan sarana pengolahan sampah organik, serta keberadaan petugas atau pengelola sampah yang aktif di masing-masing wilayah.</p> <p data-end="2887" data-start="2409">Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan di Desa Sembung dan Desa Pererenan, tercatat total sebanyak <strong data-end="2537" data-start="2518">2.681 responden</strong> yang mengikuti survei terkait pengelolaan sampah berbasis sumber. Dari jumlah tersebut, sebanyak <strong data-end="2677" data-start="2635">2.082 responden atau sekitar 78 persen</strong> tercatat telah memiliki tempat sampah terpilah di rumah tangganya. Sementara itu, sebanyak <strong data-end="2811" data-start="2769">2.046 responden atau sekitar 76 persen</strong> menyatakan telah melakukan pemilahan sampah secara langsung dari sumbernya.</p> <p data-end="3276" data-start="2889">Selain itu, dari total responden yang disurvei, sebanyak <strong data-end="2988" data-start="2946">1.530 responden atau sekitar 57 persen</strong> telah memiliki sarana pengolahan sampah organik seperti komposter, teba modern, maupun metode pengolahan lainnya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengelolaan sampah di kedua desa tersebut juga didukung oleh <strong data-end="3215" data-start="3195">68 petugas aktif</strong> yang turut membantu proses pengelolaan sampah di masyarakat.</p> <p data-end="3718" data-start="3278">Jika dilihat secara lebih rinci, hasil survei di <strong data-end="3343" data-start="3327">Desa Sembung</strong> menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Dari total <strong data-end="3477" data-start="3458">1.596 responden</strong> yang disurvei, sebanyak <strong data-end="3547" data-start="3502">1.466 rumah tangga atau sekitar 92 persen</strong> telah memiliki tempat sampah terpilah. Selain itu, <strong data-end="3641" data-start="3599">1.490 responden atau sekitar 93 persen</strong> menyatakan telah melakukan pemilahan sampah secara langsung di rumah tangga.</p> <p data-end="4048" data-start="3720">Dalam hal pengolahan sampah organik, tercatat sebanyak <strong data-end="3817" data-start="3775">1.255 responden atau sekitar 79 persen</strong> di Desa Sembung telah memiliki sarana pengolahan sampah organik. Kegiatan pengelolaan sampah di desa ini juga didukung oleh <strong data-end="3962" data-start="3942">33 petugas aktif</strong> yang berperan dalam membantu pengawasan dan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.</p> <p data-end="4464" data-start="4050">Sementara itu, hasil survei di <strong data-end="4099" data-start="4081">Desa Pererenan</strong> menunjukkan bahwa upaya pengelolaan sampah berbasis sumber masih perlu terus ditingkatkan. Dari total <strong data-end="4221" data-start="4202">1.085 responden</strong> yang disurvei, sebanyak <strong data-end="4289" data-start="4246">616 rumah tangga atau sekitar 57 persen</strong> tercatat telah memiliki tempat sampah terpilah. Sedangkan <strong data-end="4388" data-start="4348">556 responden atau sekitar 51 persen</strong> menyatakan telah melakukan pemilahan sampah secara langsung dari sumbernya.</p> <p data-end="4817" data-start="4466">Untuk ketersediaan sarana pengolahan sampah organik di Desa Pererenan, tercatat sebanyak <strong data-end="4595" data-start="4555">275 responden atau sekitar 25 persen</strong> yang telah memiliki sarana pengolahan sampah organik. Di sisi lain, kegiatan pengelolaan sampah di desa ini juga didukung oleh <strong data-end="4743" data-start="4723">37 petugas aktif</strong> yang membantu dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.</p> <p data-end="5180" data-start="4819">Hasil pendataan ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat sejauh mana implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber telah berjalan di masyarakat. Data yang diperoleh juga akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri.</p> <p data-end="5624" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="5182">Melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk Disdikpora Badung, diharapkan program Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dapat terus berjalan secara optimal di seluruh wilayah. Dengan dukungan data yang akurat serta partisipasi aktif masyarakat, upaya pengurangan dan penanganan sampah di Kabupaten Badung diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.</p>
Disdikpora Badung Laksanakan Pendataan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa Pererenan
13 Mar 2026