<p data-end="626" data-start="94"><strong data-end="107" data-start="94">Mangupura</strong> – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya perlindungan anak di era digital dengan menghadiri <strong data-end="257" data-start="234">Forum Sahabat Tunas</strong> yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di <strong data-end="378" data-start="332">International Conference Center (ICC) Bali</strong>, Kamis (2/7/2026). Forum ini menjadi wadah sosialisasi sekaligus diskusi mengenai kebijakan pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak, termasuk rencana regulasi pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur.</p> <p data-end="1136" data-start="628">Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, <strong data-end="756" data-start="723">I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si.</strong>, mewakili Pemerintah Kabupaten Badung, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, <strong data-end="914" data-start="875">I Gusti Made Dwipayana, S.H., M.Si.</strong> Kehadiran jajaran pimpinan daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat dalam memperkuat perlindungan anak dari berbagai risiko yang muncul akibat penggunaan teknologi digital yang tidak terkendali.</p> <p data-end="1571" data-start="1138">Dalam forum tersebut, Komdigi memaparkan rencana penyusunan regulasi baru yang mengatur pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah preventif untuk meminimalkan dampak negatif media sosial, seperti paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan siber (<em data-end="1465" data-start="1450">cyberbullying</em>), kecanduan gawai, penyebaran informasi yang menyesatkan, hingga gangguan terhadap kesehatan mental anak.</p> <p data-end="2030" data-start="1573">Forum Sahabat Tunas juga menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak dapat dilakukan hanya melalui regulasi pemerintah semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga dan satuan pendidikan. Oleh karena itu, para guru diundang sebagai peserta utama dalam kegiatan ini karena memiliki peran strategis sebagai pendamping sekaligus pendidik yang berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari.</p> <p data-end="2548" data-start="2032">Melalui forum ini, para pendidik memperoleh berbagai informasi mengenai tantangan yang dihadapi anak-anak di ruang digital, pentingnya literasi digital, serta strategi membangun kebiasaan bermedia sosial yang sehat dan bertanggung jawab. Guru diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah dengan menanamkan pemahaman kepada siswa tentang etika digital, keamanan data pribadi, penggunaan media sosial secara bijaksana, serta pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah pesatnya perkembangan teknologi.</p> <p data-end="3056" data-start="2550">Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, <strong data-end="2644" data-start="2618">I Gusti Made Dwipayana</strong>, menyambut baik penyelenggaraan Forum Sahabat Tunas sebagai bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, transformasi digital di dunia pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, literasi digital, serta perlindungan terhadap peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.</p> <p data-end="3509" data-start="3058">Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Badung dalam forum ini juga sejalan dengan komitmen daerah untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital di kalangan generasi muda.</p> <p data-end="3930" data-start="3511">Melalui berbagai program penguatan literasi digital dan pembinaan karakter yang telah dilaksanakan di satuan pendidikan, Disdikpora Kabupaten Badung terus mendorong terciptanya budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab. Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang membentuk karakter peserta didik agar mampu menjadi warga digital yang cerdas, kritis, dan beretika.</p> <p data-end="4407" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="3932">Dengan adanya Forum Sahabat Tunas, diharapkan semakin terbangun kesadaran bersama bahwa perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kebijakan dan program yang bertujuan menciptakan ruang digital yang aman, nyaman, dan ramah anak, sehingga generasi muda Badung dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan di era digital.</p>
Pemkab Badung Dukung Upaya Perlindungan Anak di Ruang Digital melalui Forum Sahabat Tunas
18 Jul 2026