<p data-end="665" data-start="151"><strong data-end="164" data-start="151">Mangupura</strong> – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah melalui penyelenggaraan <strong data-end="503" data-start="364">Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah dan Lokakarya Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Jenjang SD dan SMP Kabupaten Badung Tahun 2026</strong>. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai <strong data-end="579" data-start="554">7 hingga 11 Juli 2026</strong>, sebagai upaya memperkuat implementasi pembelajaran Bahasa Bali di satuan pendidikan.</p> <p data-end="1046" data-start="667">Program ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mendukung pelestarian bahasa daerah melalui dunia pendidikan. Dengan mengintegrasikan Bahasa Bali ke dalam kurikulum muatan lokal, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu menggunakan bahasa daerah dengan baik, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Bali.</p> <p data-end="1564" data-start="1048">Kegiatan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebahasaan. Hadir Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, <strong data-end="1209" data-start="1178">Elis Setiati, S.Pd., M.Hum.</strong>, yang memberikan penguatan mengenai pentingnya revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman budaya Indonesia. Dari Pemerintah Kabupaten Badung, kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, <strong data-end="1513" data-start="1475">Rai Twistyanti Raharja, S.T., M.T.</strong>, yang mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Badung.</p> <p data-end="2047" data-start="1566">Pelaksanaan kegiatan juga didampingi oleh Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Bali Kabupaten Badung, <strong data-end="1698" data-start="1670">Ni Nyoman Susanti, S.Pd.</strong>, serta Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Bali Kabupaten Badung, <strong data-end="1821" data-start="1780">I Putu Pande Sugiarta, S.Pd.B., M.Pd.</strong> Kehadiran para narasumber dan praktisi pendidikan memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyusun strategi pembelajaran Bahasa Bali yang lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.</p> <p data-end="2510" data-start="2049">Selama lima hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan mengenai implementasi program revitalisasi bahasa daerah, pengembangan kurikulum muatan lokal, penyusunan perangkat ajar, hingga strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat peserta didik dalam mempelajari Bahasa Bali. Lokakarya ini juga menjadi wadah kolaborasi antarpendidik untuk menyusun materi pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di Kabupaten Badung.</p> <p data-end="2898" data-start="2512">Pengimbasan revitalisasi bahasa daerah tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga memperkuat peran sekolah sebagai pusat pelestarian bahasa ibu. Guru diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang menarik sehingga peserta didik memiliki kebanggaan menggunakan Bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.</p> <p data-end="3326" data-start="2900">Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian bahasa daerah menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk terus berkreasi dan berinovasi tanpa meninggalkan identitas budayanya. Melalui pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah, Bahasa Bali diharapkan tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.</p> <p data-end="3744" data-start="3328">Disdikpora Kabupaten Badung memandang bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga media untuk mewariskan nilai-nilai luhur, etika, filosofi kehidupan, serta kekayaan budaya yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Bali. Karena itu, penguatan pembelajaran Bahasa Bali di sekolah merupakan investasi penting dalam membangun karakter peserta didik yang berbudaya dan berwawasan kebangsaan.</p> <p data-end="4162" data-start="3746">Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran muatan lokal yang mampu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa ibu sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Bali di jenjang SD dan SMP. Sinergi antara Balai Bahasa Provinsi Bali, Disdikpora Kabupaten Badung, guru, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam menyukseskan program revitalisasi bahasa daerah.</p> <p data-end="4587" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="4164">Dengan semangat <strong data-end="4246" data-start="4180">"Bahasa daerah tetap lestari, identitas bangsa tetap terjaga,"</strong> Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian bahasa dan budaya melalui pendidikan. Diharapkan upaya ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga bangga terhadap bahasa, budaya, dan jati diri daerahnya sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.</p>
Disdikpora Badung Perkuat Pelestarian Bahasa Bali melalui Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah dan Lokakarya Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal
18 Jul 2026