<p data-end="622" data-start="135"><strong data-end="148" data-start="135">Mangupura</strong> – Upaya pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali di lingkungan pendidikan terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah hadirnya buku ajar Bahasa Bali <strong data-end="421" data-start="399">Mangu Widya Sastra</strong> yang disusun oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Bali Kabupaten Badung dan resmi digunakan sebagai buku pembelajaran pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Badung mulai Tahun Ajaran 2026/2027.</p> <p data-end="967" data-start="624">Buku <em data-end="649" data-start="629">Mangu Widya Sastra</em> merupakan hasil kerja kolaboratif para guru Bahasa Bali yang tergabung dalam KKG Bahasa Bali Kabupaten Badung. Penyusunannya dilakukan sebagai bentuk inovasi dalam menghadirkan bahan ajar yang relevan dengan perkembangan kurikulum sekaligus mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan tenaga pendidik di sekolah dasar.</p> <p data-end="1374" data-start="969">Koordinator Tim Penyusun Buku <em data-end="1019" data-start="999">Mangu Widya Sastra</em>, <strong data-end="1042" data-start="1021">Ni Nyoman Susanti</strong>, menjelaskan bahwa penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh perlunya penyesuaian materi pembelajaran dengan kurikulum terbaru. Kehadiran buku tersebut diharapkan mampu menjadi pedoman yang lebih efektif bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran Bahasa Bali sekaligus meningkatkan minat belajar siswa terhadap bahasa daerah.</p> <p data-end="1763" data-start="1376">Menurutnya, penyelarasan materi menjadi hal yang penting agar pembelajaran Bahasa Bali tetap relevan dengan perkembangan pendidikan nasional tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Bali. Oleh karena itu, buku <em data-end="1643" data-start="1623">Mangu Widya Sastra</em> dirancang dengan pendekatan yang lebih kontekstual sehingga mudah dipahami oleh peserta didik di tingkat sekolah dasar.</p> <p data-end="2302" data-start="1765">Proses penyusunan buku ini berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Dalam prosesnya, tim penyusun terlebih dahulu melakukan analisis kurikulum untuk memastikan materi yang disajikan selaras dengan kebijakan pendidikan nasional, termasuk pendekatan <em data-end="2031" data-start="2016">deep learning</em> dan implementasi Kurikulum Merdeka. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan koordinasi bersama guru-guru yang tergabung dalam KKG Bahasa Bali jenjang SD di Kabupaten Badung guna memastikan materi yang disusun sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di setiap satuan pendidikan.</p> <p data-end="2685" data-start="2304">Melalui berbagai tahapan tersebut, buku <em data-end="2364" data-start="2344">Mangu Widya Sastra</em> tidak hanya berfungsi sebagai sumber belajar, tetapi juga menjadi hasil kolaborasi profesional para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Bali. Keterlibatan langsung guru-guru di lapangan menjadikan isi buku lebih dekat dengan kondisi nyata di kelas serta mudah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.</p> <p data-end="3137" data-start="2687">Sebelum resmi digunakan, buku <em data-end="2737" data-start="2717">Mangu Widya Sastra</em> telah memperoleh pembinaan dari Disdikpora Kabupaten Badung sebagai bagian dari proses penyempurnaan substansi maupun kesesuaiannya dengan kebijakan pendidikan daerah. Selanjutnya, buku tersebut secara resmi diserahkan kepada Disdikpora Kabupaten Badung dan ditetapkan sebagai salah satu buku ajar Bahasa Bali yang digunakan di seluruh Sekolah Dasar di Kabupaten Badung mulai Tahun Ajaran 2026/2027.</p> <p data-end="3516" data-start="3139">Kehadiran buku ini diharapkan mampu memperkuat implementasi pembelajaran muatan lokal Bahasa Bali sekaligus mendukung pelestarian bahasa daerah di kalangan generasi muda. Dengan materi yang lebih sistematis, menarik, dan sesuai perkembangan kurikulum, peserta didik diharapkan semakin mencintai Bahasa Bali sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga dan diwariskan.</p> <p data-end="3893" data-start="3518">Ni Nyoman Susanti juga menyampaikan harapannya agar seluruh sekolah dasar di Kabupaten Badung dapat menerima dan memanfaatkan buku <em data-end="3669" data-start="3649">Mangu Widya Sastra</em> secara optimal. Melalui buku ini, diharapkan proses pembelajaran Bahasa Bali menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan mampu menumbuhkan kebanggaan peserta didik terhadap bahasa, sastra, serta budaya Bali sejak usia dini.</p> <p data-end="4401" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="3895">Melalui pemanfaatan buku <em data-end="3940" data-start="3920">Mangu Widya Sastra</em>, Disdikpora Kabupaten Badung bersama KKG Bahasa Bali terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjaga keberlangsungan Bahasa Bali sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, identitas budaya, dan kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa.</p>
Buku Mangu Widya Sastra Resmi Digunakan di SD Kabupaten Badung, Perkuat Pelestarian Bahasa Bali melalui Pembelajaran Kontekstual
26 Jul 2026