<p data-end="606" data-start="126"><strong data-end="139" data-start="126">Mangupura</strong> – Literasi di era digital tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca buku semata. Seiring perkembangan teknologi dan perubahan karakteristik peserta didik, sekolah dituntut menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Menjawab tantangan tersebut, <strong data-end="444" data-start="417">SMP Negeri 1 Kuta Utara</strong> menghadirkan program <strong data-end="502" data-start="466">BILAH (Bioskop Literasi Sekolah)</strong>, sebuah inovasi yang mengubah perpustakaan menjadi ruang belajar interaktif melalui media audio-visual.</p> <p data-end="1030" data-start="608">Program yang digagas oleh <strong data-end="662" data-start="634">Perpustakaan Widya Graha</strong> ini menjadi salah satu contoh praktik baik dalam penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. BILAH hadir untuk mendobrak anggapan bahwa perpustakaan identik dengan suasana yang sunyi dan membosankan. Sebaliknya, perpustakaan dikembangkan menjadi ruang yang hidup, kreatif, dan mampu menarik minat peserta didik untuk belajar melalui pengalaman yang menyenangkan.</p> <p data-end="1590" data-start="1032">Melalui BILAH, siswa diajak menyaksikan berbagai film edukatif yang dipilih sesuai dengan nilai-nilai pendidikan, karakter, dan pembelajaran. Kegiatan tidak berhenti pada pemutaran film, tetapi dilanjutkan dengan sesi diskusi, refleksi, serta bedah makna cerita yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan menghargai sudut pandang orang lain. Pendekatan ini menjadikan literasi tidak hanya sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menganalisis pesan, dan mengomunikasikan gagasan secara efektif.</p> <p data-end="1971" data-start="1592">Program ini dikelola secara kreatif oleh <strong data-end="1669" data-start="1633">PUSDAS (Pustakawan Muda Sekolah)</strong> yang berperan aktif dalam merancang dan menyelenggarakan setiap kegiatan. Keterlibatan siswa sebagai bagian dari pengelola program menjadi salah satu kekuatan BILAH karena mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap perpustakaan sekaligus melatih kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.</p> <p data-end="2372" data-start="1973">Antusiasme warga sekolah terhadap program ini pun sangat tinggi. Setiap penyelenggaraan BILAH selalu mendapat sambutan positif dari peserta didik, bahkan kuota penonton yang disediakan kerap terpenuhi dalam waktu singkat. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah penayangan <strong data-end="2283" data-start="2256">Bioskop Sakura Series 3</strong> yang menghadirkan film sebagai media pembelajaran sekaligus hiburan edukatif bagi siswa.</p> <p data-end="2783" data-start="2374">Kepala Perpustakaan Widya Graha, <strong data-end="2442" data-start="2407">Putu Arya Sudarma, S.Pd., M.Pd.</strong>, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan perpustakaan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, budaya literasi perlu dikembangkan melalui berbagai media yang dekat dengan kehidupan peserta didik, sehingga proses belajar menjadi lebih menarik tanpa mengurangi nilai edukatif yang ingin dicapai.</p> <p data-end="3241" data-start="2785">Melalui pemanfaatan media audio-visual, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang berbeda, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (<em data-end="2992" data-start="2962">higher order thinking skills</em>), seperti menganalisis alur cerita, memahami pesan moral, mengevaluasi karakter tokoh, hingga mengaitkan isi film dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini sejalan dengan upaya membangun kemampuan literasi yang lebih komprehensif di era digital.</p> <p data-end="3591" data-start="3243">Program BILAH juga menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah dapat bertransformasi menjadi pusat kreativitas, kolaborasi, dan inovasi pembelajaran. Kehadirannya membuktikan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan koleksi buku, melainkan ruang inspiratif yang mampu mendukung pembelajaran aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.</p> <p data-end="4036" data-start="3593">Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mengapresiasi berbagai inovasi literasi yang terus dikembangkan oleh satuan pendidikan sebagai bagian dari peningkatan mutu pembelajaran. Inovasi seperti BILAH diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Badung untuk menghadirkan program literasi yang kreatif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik.</p> <p data-end="4534" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="4038">Melalui kolaborasi antara sekolah, pustakawan, guru, dan peserta didik, budaya literasi di Kabupaten Badung diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kemampuan berkomunikasi dan memecahkan masalah. Program BILAH menjadi bukti bahwa inovasi sederhana yang dijalankan secara konsisten dapat memberikan dampak besar dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih hidup, inspiratif, dan bermakna bagi dunia pendidikan.</p>
SMP Negeri 1 Kuta Utara Hadirkan BILAH, Inovasi Bioskop Literasi yang Tingkatkan Minat Baca dan Berpikir Kritis Siswa
26 Jul 2026