<p>Dalam upaya memperkuat fondasi literasi sejak usia dini sekaligus meningkatkan mutu pendidikan dasar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung berkolaborasi dengan <strong>Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI)</strong> menyelenggarakan <strong>Pelatihan Program Membaca Berimbang dan Perpustakaan Ramah Anak</strong>. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai <strong>27 hingga 30 Juli 2026</strong>, bertempat di <strong>Grand Mega Resort and Spa Kuta</strong>, dan diikuti oleh kepala sekolah serta guru kelas I dan II Sekolah Dasar se-Kabupaten Badung.</p> <p>Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pendidik untuk menciptakan pembelajaran literasi yang lebih efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan YLAI, diharapkan sekolah memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi membangun budaya membaca yang kuat sejak jenjang pendidikan dasar.</p> <p>Selama pelatihan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai penerapan <strong>Program Membaca Berimbang (Balanced Reading)</strong>, sebuah pendekatan pembelajaran membaca yang mengintegrasikan berbagai strategi agar peserta didik mampu mengembangkan kemampuan literasi secara bertahap dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca secara teknis, tetapi juga pada pemahaman bacaan, kemampuan berpikir kritis, serta tumbuhnya minat baca yang berkelanjutan.</p> <p>Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan <strong>Perpustakaan Ramah Anak</strong>, yaitu konsep pengembangan perpustakaan sekolah yang mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menarik bagi peserta didik. Perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai pusat kegiatan literasi yang mendorong kreativitas, rasa ingin tahu, dan kebiasaan membaca sejak dini.</p> <p>Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Badung, <strong>Sri Ayu Ameilia Asmara, S.T., M.T.</strong>, dalam arahannya menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam membangun kualitas pendidikan. Menurutnya, pendidik memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kecintaan terhadap budaya literasi.</p> <p>Beliau juga menegaskan bahwa penguatan literasi harus dimulai sejak tahun-tahun awal pendidikan dasar. Kemampuan membaca yang baik akan menjadi fondasi bagi keberhasilan peserta didik dalam mempelajari berbagai mata pelajaran dan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran membaca menjadi salah satu prioritas dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu.</p> <p>Melalui pelatihan ini, kepala sekolah dan guru diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai strategi yang diperoleh ke dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Sinergi antara metode pembelajaran membaca yang efektif dengan pengelolaan perpustakaan yang ramah anak diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang lebih hidup, sehingga peserta didik semakin termotivasi untuk membaca, belajar, dan mengeksplorasi pengetahuan.</p> <p>Kolaborasi antara Disdikpora Kabupaten Badung dan Yayasan Literasi Anak Indonesia juga mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kemitraan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.</p> <p>Melalui penyelenggaraan Pelatihan Program Membaca Berimbang dan Perpustakaan Ramah Anak, Disdikpora Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kompetensi pendidik sebagai ujung tombak transformasi pendidikan. Dengan guru yang semakin profesional, budaya literasi yang semakin kuat, serta lingkungan belajar yang ramah anak, diharapkan lahir generasi Badung yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p>
Disdikpora Badung dan YLAI Perkuat Budaya Literasi melalui Pelatihan Program Membaca Berimbang dan Perpustakaan Ramah Anak
28 Jul 2026