<section data-testid="conversation-turn-14" data-turn="assistant" data-turn-id="request-6a65d6a0-70dc-83ec-823c-929d4eec8a9a-0" data-turn-id-container="request-6a65d6a0-70dc-83ec-823c-929d4eec8a9a-0" dir="auto"> <p data-end="634" data-start="112">Mangupura – Bunda PAUD Kabupaten Badung, <strong data-end="184" data-start="153">Nyonya Rasniathi Adi Arnawa</strong>, menjadi narasumber dalam <strong data-end="243" data-start="211">Focus Group Discussion (FGD)</strong> yang membahas rencana pembangunan Tempat Penitipan Anak (TPA) di lingkungan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Badung, Kamis (30/7), menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merancang layanan pengasuhan anak yang berkualitas, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak usia dini.</p> <p data-end="934" data-start="636">FGD tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap konsep pembangunan TPA yang tidak hanya memenuhi standar pelayanan, tetapi juga mampu menjadi ruang pembelajaran yang mendukung perkembangan karakter, kecerdasan, dan keterampilan sosial anak sejak usia dini.</p> <p data-end="1300" data-start="936">Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BRIDA Kabupaten Badung, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Tim Perumus Kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung, akademisi dan praktisi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengelola lembaga penitipan anak, serta sejumlah undangan yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan layanan pengasuhan anak.</p> <p data-end="1714" data-start="1302">Dalam paparannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa pembangunan Tempat Penitipan Anak harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, keberadaan TPA yang berkualitas tidak hanya memberikan kemudahan bagi orang tua yang bekerja, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter serta mendukung tumbuh kembang anak pada masa emas perkembangannya.</p> <p data-end="2173" data-start="1716">Ia menjelaskan bahwa konsep TPA yang dirancang Pemerintah Kabupaten Badung diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan stimulatif, sehingga anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang positif melalui pola pengasuhan yang profesional. Selain memperhatikan aspek pendidikan dan pengasuhan, layanan TPA juga perlu mengedepankan perlindungan anak, kesehatan, keamanan, serta pemenuhan kebutuhan perkembangan sesuai dengan tahap usia mereka.</p> <p data-end="2519" data-start="2175">Bunda PAUD Kabupaten Badung juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Bali dalam penyelenggaraan layanan penitipan anak. Menurutnya, pendidikan karakter sebaiknya dimulai sejak usia dini melalui pembiasaan nilai-nilai budaya, etika, sopan santun, gotong royong, serta kecintaan terhadap lingkungan dan budaya daerah.</p> <p data-end="2925" data-start="2521">Dengan menggabungkan pendekatan pengasuhan profesional dan pelestarian budaya lokal, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta memiliki identitas budaya yang kuat di tengah perkembangan zaman. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Badung dalam membangun generasi yang unggul sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bali.</p> <p data-end="3303" data-start="2927">Selain aspek pengasuhan, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa perencanaan pembangunan TPA perlu memperhatikan berbagai standar pelayanan yang telah ditetapkan. Mulai dari kelayakan bangunan, sistem keamanan, fasilitas pendukung, kurikulum kegiatan, hingga kompetensi tenaga pendidik dan pengasuh menjadi faktor penting dalam menjamin kualitas layanan kepada anak-anak.</p> <p data-end="3657" data-start="3305">Menurutnya, keberadaan tenaga pengasuh yang memiliki kompetensi dan pemahaman mengenai perkembangan anak merupakan salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan TPA. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai agar layanan yang diberikan benar-benar berkualitas.</p> <p data-end="4042" data-start="3659">Forum diskusi tersebut juga menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan dari akademisi, praktisi, serta pengelola lembaga pengasuhan anak mengenai model layanan TPA yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Badung. Berbagai pandangan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan fasilitas penitipan anak yang berkelanjutan.</p> <p data-end="4639" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="4044">Melalui pelaksanaan FGD ini, Pemerintah Kabupaten Badung menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini melalui penyediaan fasilitas pengasuhan yang terintegrasi, profesional, dan ramah anak. Sejalan dengan upaya Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung dalam meningkatkan mutu layanan PAUD, keberadaan Tempat Penitipan Anak di lingkungan Puspem diharapkan mampu memberikan manfaat bagi keluarga, mendukung produktivitas orang tua, serta menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan generasi emas Badung yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berbudaya.</p> </section>
Bunda PAUD Kabupaten Badung Jadi Narasumber FGD Rencana Pembangunan Tempat Penitipan Anak di Puspem Badung
02 Aug 2026