<p data-end="615" data-start="106">Mangupura – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Badung di tingkat internasional. <strong data-end="271" data-start="215">I Gusti Ngurah Bagus Pranantha Bistara Kusuma, S.TP.</strong>, mahasiswa Program Magister (S2) Teknologi Pangan Universitas Udayana, berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi pada ajang <strong data-end="459" data-start="397">International Research and Innovation Festival (IRIF) 2026</strong>, sebuah kompetisi internasional yang mempertemukan para peneliti dan inovator dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya ilmiah dan inovasi terbaik.</p> <p data-end="1011" data-start="617">Dalam kompetisi tersebut, Ngurah Bagus berhasil meraih <strong data-end="686" data-start="672">Gold Medal</strong>, <strong data-end="731" data-start="688">The Winner of Sustainable Project Award</strong>, serta masuk dalam <strong data-end="778" data-start="751">Top 3 Best Participants</strong>. Pengumuman pemenang IRIF 2026 diumumkan secara resmi pada 21 Juni 2026 sebagai puncak dari rangkaian kegiatan yang meliputi pembelajaran, pendampingan, penyusunan karya ilmiah, hingga presentasi di hadapan dewan juri internasional.</p> <p data-end="1336" data-start="1013">Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Badung mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan potensi sumber daya manusia Kabupaten Badung dalam mendukung kemajuan riset dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.</p> <p data-end="1806" data-start="1338">Pada ajang tersebut, Ngurah Bagus mengangkat inovasi di bidang teknologi pangan yang berfokus pada pengembangan <strong data-end="1471" data-start="1450">pangan fungsional</strong> sebagai salah satu solusi dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang lebih sehat. Konsep yang diusung mengedepankan pemanfaatan teknologi pangan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki cita rasa dan kualitas yang baik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesehatan.</p> <p data-end="2155" data-start="1808">Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat akan produk pangan yang mampu mendukung pola hidup sehat tanpa mengurangi kualitas maupun karakteristik produk. Pendekatan yang dikembangkan berupaya mempertahankan tekstur, cita rasa, dan mutu pangan, sekaligus meningkatkan nilai gizinya melalui pemanfaatan bahan baku yang lebih baik.</p> <p data-end="2530" data-start="2157">Salah satu pendekatan yang diterapkan dalam penelitian tersebut adalah mengganti sebagian penggunaan lemak jenuh dengan lemak nabati sehingga menghasilkan produk pangan yang lebih sehat tanpa mengurangi kualitas produk secara keseluruhan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan pangan fungsional yang semakin dibutuhkan masyarakat.</p> <p data-end="3044" data-start="2532">Dalam proses penyusunan inovasi, Ngurah Bagus menjelaskan bahwa penelitian dilakukan melalui kajian berbagai publikasi ilmiah serta penerapan pendekatan teknologi pangan yang mempertimbangkan aspek kualitas, keamanan pangan, dan peluang implementasi di dunia industri. Karya ilmiah yang dipresentasikan dalam kompetisi berisi konsep penelitian, urgensi pengembangan inovasi, serta arah implementasinya, tanpa mengungkap formula maupun metode teknis yang menjadi bagian dari perlindungan hak kekayaan intelektual.</p> <p data-end="3458" data-start="3046">Baginya, penghargaan yang diraih bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus mengembangkan penelitian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap inovasi yang telah dirintis dapat dikembangkan menjadi produk yang aplikatif, memiliki nilai ekonomi, serta mampu mendukung perkembangan industri pangan nasional melalui pemanfaatan hasil riset berbasis ilmu pengetahuan.</p> <p data-end="3888" data-start="3460">Selain itu, Ngurah Bagus berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Badung, untuk terus mengembangkan potensi diri, berani mengikuti kompetisi, serta aktif menghasilkan inovasi di berbagai bidang. Menurutnya, setiap proses pembelajaran dan pengalaman yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menjadi bekal berharga dalam meraih kesempatan yang lebih besar di masa depan.</p> <p data-end="4425" data-start="3890">Keberhasilan mahasiswa asal Badung ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Dukungan terhadap pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi muda yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.</p> <p data-end="4889" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="4427">Prestasi yang diraih I Gusti Ngurah Bagus Pranantha Bistara Kusuma menjadi bukti bahwa semangat belajar, ketekunan dalam melakukan penelitian, serta keberanian untuk berinovasi mampu membawa generasi muda Badung bersaing di panggung internasional. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar dan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.</p>
Mahasiswa Asal Badung Raih Tiga Penghargaan pada International Research and Innovation Festival 2026
03 Aug 2026