<p><strong>Badung —</strong> Komitmen dalam melestarikan bahasa dan budaya Bali terus diperkuat melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan <strong>Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Badung Tahun 2026</strong> jenjang SD dan SMP yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, <strong>I Gusti Made Dwipayana, S.H., M.Si.</strong>, bertempat di Wantilan DPRD Kabupaten Badung.</p> <p>Setelah kegiatan pembukaan, rangkaian Festival Tunas Bahasa Ibu dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung di lingkungan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta didik untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan kreativitas dalam menggunakan bahasa dan sastra Bali.</p> <p>Sejumlah cabang lomba yang dilaksanakan antara lain <strong>Nyurat Aksara Bali, Ngripta lan Ngewacen Puisi Bali Anyar, serta Ngripta Cerpen Mabasa Bali</strong>. Melalui berbagai kategori tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga mengembangkan daya cipta, kemampuan menulis, membaca, serta mengapresiasi karya sastra Bali.</p> <p>FTBI menjadi salah satu wadah strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu. Di tengah perkembangan zaman dan semakin kuatnya penggunaan berbagai bahasa dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan kegiatan seperti FTBI memiliki arti penting dalam menjaga agar bahasa Bali tetap hidup, digunakan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.</p> <p>Dalam sambutannya, Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu sekaligus mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap perlombaan dengan sungguh-sungguh.</p> <p>Menurutnya, pelestarian bahasa ibu merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerah agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.</p> <p>“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan bahasa ibu kita,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan tersebut.</p> <p>Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan. Setiap peserta diharapkan dapat tampil dengan penuh semangat, percaya diri, dan memberikan kemampuan terbaiknya.</p> <p>Kabupaten Badung selama ini juga memiliki capaian prestasi yang baik dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Karena itu, FTBI diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pembinaan untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi peserta didik yang memiliki bakat di bidang bahasa dan sastra Bali.</p> <p>“Berlombalah dengan sebaik-baiknya dengan semangat. Masalah juara atau tidak, itu adalah bonus bagi anak-anak,” pesan Kadisdikpora kepada para peserta.</p> <p>Penyelenggaraan FTBI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya pendidikan karakter dan pelestarian budaya. Melalui bahasa, peserta didik belajar mengenal identitas, nilai-nilai, serta kekayaan budaya daerah yang diwariskan secara turun-temurun.</p> <p>Diharapkan, semangat para peserta dalam mengikuti FTBI Tahun 2026 dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mencintai, menggunakan, dan melestarikan bahasa serta sastra Bali dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p>Dengan semangat <strong>“Badung Gumawe Sisye Utama”</strong> dan komitmen <strong>“Pendidikan Bermutu untuk Semua”</strong>, Disdikpora Badung terus mendorong hadirnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mampu membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap warisan budaya daerah.</p>
Melestarikan Bahasa dan Budaya, Disdikpora Badung Resmi Buka Festival Tunas Bahasa Ibu 2026
15 Sep 2026