<section data-testid="conversation-turn-16" data-turn="assistant" data-turn-id="request-WEB:84c70de7-db82-438c-81dd-35a0bfc1c258-7" data-turn-id-container="request-WEB:84c70de7-db82-438c-81dd-35a0bfc1c258-7" dir="auto"> <p data-end="628" data-start="275" dir="auto"><strong data-end="287" data-start="275">Badung —</strong> Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi kalangan pelajar. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang tidak disertai pemahaman yang baik dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari penyebaran informasi yang tidak benar hingga dampak terhadap kesehatan mental.</p> <p data-end="980" data-start="630" dir="auto">Menyikapi hal tersebut, <strong data-end="720" data-start="654">Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung</strong> memberikan edukasi literasi psikologi media kepada siswa <strong data-end="801" data-start="778">SMP Negeri 2 Petang</strong>, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda agar mampu memanfaatkan media sosial secara sehat, bertanggung jawab, dan bijaksana.</p> <p data-end="1346" data-start="982" dir="auto">Edukasi tersebut tidak hanya menekankan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi, tetapi juga mengajak peserta didik untuk memahami bagaimana media digital dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, maupun kondisi psikologis penggunanya. Pemahaman ini dinilai penting mengingat media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda.</p> <p data-end="1647" data-start="1348" dir="auto">Pejabat Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Badung, <strong data-end="1476" data-start="1447">Ida Ayu Agung Evi Budiani</strong>, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kecakapan digital siswa, khususnya dalam menyaring berbagai informasi yang mereka temui di ruang digital.</p> <p data-end="1921" data-start="1649" dir="auto">Menurutnya, kemampuan literasi digital perlu dibarengi dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan mental serta membangun pola interaksi yang positif di media sosial. Para siswa diharapkan tidak mudah menerima maupun menyebarluaskan informasi sebelum memastikan kebenarannya.</p> <p data-end="2197" data-start="1923" dir="auto">“Melalui sosialisasi ini, para peserta didik SMP Negeri 2 Petang diharapkan dapat lebih cerdas dalam menyaring informasi, menjaga kesehatan mental, serta membangun budaya bermedia yang positif dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas,” jelasnya.</p> <p data-end="2498" data-start="2199" dir="auto">Literasi psikologi media juga menjadi penting untuk membentuk kesadaran siswa bahwa aktivitas di media sosial memiliki konsekuensi. Setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan perlu dipertimbangkan dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.</p> <p data-end="2855" data-start="2500" dir="auto">Melalui edukasi tersebut, siswa didorong untuk menjadi pengguna media sosial yang lebih kritis, mampu membedakan informasi yang dapat dipercaya, serta memahami pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital. Sikap saling menghargai dan bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya digital yang tumbuh di lingkungan sekolah.</p> <p data-end="3250" data-start="2857" dir="auto">Kegiatan ini sekaligus memperkuat pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan era digital. Sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga tempat membangun karakter, kecakapan sosial, serta kemampuan peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan teknologi.</p> <p data-end="3710" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="3252" dir="auto">Dengan semakin kuatnya pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang sehat dan bijak, para pelajar diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, berkomunikasi, dan mengembangkan potensi diri secara positif. Edukasi literasi digital pun diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi muda Kabupaten Badung yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan dunia digital.</p> </section>
Diskominfo Badung Edukasi Siswa SMPN 2 Petang Bermedia Sosial Secara Sehat dan Bijak
15 Sep 2026