<p><strong>Badung —</strong> Mendampingi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus merupakan perjalanan yang membutuhkan kesabaran, pemahaman, dan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya anak yang membutuhkan lingkungan yang ramah dan inklusif, orangtua juga memerlukan ruang untuk memperoleh informasi, berbagi pengalaman, serta saling menguatkan dalam menjalani proses pendampingan.</p> <p>Semangat tersebut diwujudkan melalui program <strong>Support Group bagi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi</strong> dengan tema <strong>“Orangtua Berdaya, Anak Bertumbuh”</strong> yang dilaksanakan di <strong>SD Negeri 2 Sibanggede</strong>. Program ini menjadi ruang bersama bagi para orangtua untuk saling berbagi pengalaman dan membangun dukungan sosial dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.</p> <p>Dalam perjalanan mendampingi anak, orangtua dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari memahami kebutuhan anak, mendukung proses belajar, hingga menghadapi berbagai kondisi sosial dan emosional yang menyertainya. Karena itu, keberadaan kelompok dukungan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih kuat bagi keluarga.</p> <p>Melalui support group ini, orangtua tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga kesempatan untuk didengar dan diterima. Pengalaman yang dibagikan oleh sesama orangtua dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus penguatan bahwa setiap keluarga memiliki perjalanan masing-masing dan tidak harus menjalaninya seorang diri.</p> <p>Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keberdayaan orangtua dalam mengambil peran aktif mendampingi tumbuh kembang anak. Dengan dukungan yang tepat, orangtua diharapkan semakin percaya diri dalam memahami potensi dan kebutuhan anak serta mampu membangun pola pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.</p> <p>Pelaksanaan program ini turut melibatkan <strong>Sapa Inklusi Kabupaten Badung</strong> sebagai mitra dalam mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang semakin inklusif. Program tersebut juga mendapat dukungan melalui <strong>Hibah Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Udayana, Fakultas Kedokteran</strong>, sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat dan penguatan praktik inklusi.</p> <p>Sekolah sebagai salah satu lingkungan utama bagi tumbuh kembang anak memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap peserta didik. Dukungan kepada orangtua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut, karena keberhasilan pendampingan anak membutuhkan keterhubungan antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.</p> <p>Semangat <strong>“Orangtua Berdaya, Anak Bertumbuh”</strong> pada akhirnya bukan sekadar sebuah tema, tetapi menjadi pesan bahwa keberdayaan keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak. Ketika orangtua memperoleh ruang untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan, mereka akan memiliki bekal yang lebih baik dalam mendampingi perjalanan anak.</p> <p>Upaya membangun pendidikan inklusif pun tidak berhenti pada penyediaan akses pendidikan. Inklusi juga berarti menciptakan ekosistem yang mampu menerima keberagaman, memberikan dukungan, dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.</p> <p>Melalui kolaborasi antara orangtua, sekolah, komunitas, dan berbagai pihak terkait, diharapkan semangat inklusi dapat terus tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. <strong>Orangtua berdaya, anak bertumbuh, keluarga menguat, dan inklusi menjadi nyata.</strong></p>
Orangtua Berdaya, Anak Bertumbuh: Menguatkan Dukungan bagi Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus
15 Sep 2026