<p><strong>Badung —</strong> Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah bagi seluruh warga sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui <strong>Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan Kabupaten Badung</strong> yang berlangsung selama tiga hari, <strong>15–17 September 2026</strong>, di <strong>Hotel Made Bali</strong>.</p> <p>Kegiatan workshop secara resmi dibuka pada <strong>Selasa (15/9)</strong> oleh <strong>Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kabupaten Badung, Dewa Nyoman Subadra, S.E., M.M.</strong>, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung. Pembukaan kegiatan menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam membangun satuan pendidikan yang mampu memberikan perlindungan kepada seluruh peserta didik.</p> <p>Dalam sambutannya, Kabid Pembinaan SMP menekankan bahwa upaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi seluruh unsur dalam ekosistem pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, hingga masyarakat. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai bentuk perundungan, kekerasan, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan proses pembelajaran.</p> <p>Workshop ini diikuti oleh perwakilan satuan pendidikan di Kabupaten Badung, khususnya unsur yang memiliki peran dalam pembinaan dan pendampingan peserta didik. Kegiatan menjadi ruang penguatan kapasitas bagi <strong>Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK)</strong> dalam memahami langkah-langkah pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan sekolah.</p> <p>Selain memperkuat pemahaman peserta, workshop juga diarahkan untuk mendukung implementasi kebijakan dan regulasi terkait pencegahan serta penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Pemahaman terhadap regulasi menjadi penting agar setiap satuan pendidikan memiliki acuan yang jelas dalam membangun mekanisme pencegahan, merespons permasalahan, serta memberikan pendampingan kepada peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi.</p> <p>Pendekatan pencegahan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan ini. Sekolah didorong untuk membangun budaya yang mengedepankan saling menghargai, komunikasi yang positif, kepedulian, serta penghormatan terhadap keberagaman. Lingkungan yang demikian diharapkan dapat meminimalkan potensi terjadinya perundungan dan kekerasan sekaligus memberikan ruang yang lebih aman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang.</p> <p>Dalam pelaksanaannya, peserta juga memperoleh penguatan mengenai pentingnya deteksi dini terhadap berbagai permasalahan yang muncul di lingkungan sekolah. Kemampuan mengenali tanda-tanda awal menjadi salah satu langkah penting agar permasalahan dapat ditindaklanjuti secara tepat dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.</p> <p>Disdikpora Kabupaten Badung juga terus mendorong agar upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman berjalan seiring dengan penguatan pendidikan inklusif. Setiap peserta didik, termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK), memiliki hak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang aman, setara, dan bebas dari diskriminasi. Karena itu, pendekatan perlindungan perlu memperhatikan keberagaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik.</p> <p>Melalui workshop ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan langkah di antara satuan pendidikan dalam melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan. Penguatan kapasitas pendidik juga diharapkan dapat mendukung terciptanya sekolah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keamanan, kenyamanan, karakter, dan kesejahteraan peserta didik.</p> <p>Kegiatan selama tiga hari ini menjadi salah satu langkah Disdikpora Kabupaten Badung dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus membangun ekosistem sekolah yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Dengan kolaborasi seluruh pihak, lingkungan pendidikan di Kabupaten Badung diharapkan semakin <strong>aman, nyaman, ramah anak, inklusif, dan bebas dari perundungan serta kekerasan</strong>.</p>
Disdikpora Badung Perkuat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan
18 Sep 2026